Apakah Bulan Ramadhan Perlu Dihormati?

Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang Bulan Ramadhan selalu saja ada aksi (demo, sweeping, atau tindakan lain untuk menutup tempat2 hiburan) atau tulisan (spanduk, baligo, dll) yang mengajak untuk menghormati Bulan (Suci) Ramadhan. Melihat atau membaca hal-hal tersebut, saya jadi bertanya-tanya, apakah Bulan (Suci) Ramadhan perlu dihormati? atau apakah Bulan (Suci) Ramadhan minta dihormati?

Menurut saya, Bulan (Suci) Ramadhan tidak perlu dihormati atau minta dihormati, karena ini hanya sekedar bulan, salah satu bulan penanggalan hijriyah. Kalau didalam bulan puasa tersebut memang jelas ada keistimewaannya (umat muslim diwajibkan puasa satu bulan penuh, bulan turunnya Al-Qur’an, didalamnya ada malam lailatul qodar). Tetapi apakah pantas umat islam melakukan aksi (tidak simpatik) dengan melakukan sweeping,long march, atau apapun yang mengakibatkan kerugian untuk orang lain? Kenapa saya menyebutkan kata-kata “tidak simpatik”, karena banyak aksi-aksi itu merugikan orang lain, sweeping menimbulkan ketakutan (orang seakan-akan diteror, kalau sudah menjadi diteror, akan menjadi teroris), longmarch akan menimbulkan kemacetan yang merugikan waktu orang lain dan kerugian negara di subsidi BBM karena konsumsi BBM akan naik karena terbuang percuma akibat kemacetan yang timbul.

Bagi yang terbiasa puasa sunnah di luar Bulan (Suci) Ramadhan, mungkin akan menganggap puasa di Bulan (Suci) Ramadhan lebih ringan godaannya dibandingkan dengan puasa di luar Bulan (Suci) Ramadhan, karena kondisi Bulan (Suci) Ramadhan lebih kondusif untuk melakukan puasa. Banyak tempat-tempat makan yang tutup, atau kalaupun buka ditutup. Hampir semua orang juga puasa, baik di kantor maupun di jalan, intinya tidak ada orang makan terang-terangan di depan orang lain.

Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan, bagi yang menjalankan. Puasa itu tidak hanya menahan lapar dan haus, tapi menahan hawa nafsu (ini yang susah :D ). Jangan sampai kita melakukan hal-hal yang tidak simpatik yang dapat merugikan orang lain, kita harus dapat menahan diri dari segala godaan (setan, setan berwujud manusia, manusia itu sendiri, dll)

9 Responses to “Apakah Bulan Ramadhan Perlu Dihormati?”

  1. tantri Says:

    Bener mas, rasanya malu ama tindakan yang seperti itu. Tindakan seperti itu malah menunjukkan bahwa Islam patut ditakuti, bukan lagi Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam..

  2. agung w. setiawan Says:

    Makasih, Mbak Tantri dah mampir di blog-ku :D
    bolg-nya Mbak Tantri aku masukin di blogroll ya ^_^

  3. Eka Says:

    gung, piye kabare nangndi saiki rek? hatta wes kawin lho, jainul maret iki. aku wes duwe anak malahan. mampiro nang multiply id ne “fairiesh” aku gak iso ngeblog, sing iso bojoku :p

  4. mia Says:

    gak setuju! [ngacung] :D

    Ramadhan itu bulan mulia, yang setahuku, Rasul juga menghormatinya dengan ningkatin ibadah. Alquran turun dibulan itu,,rahmat Allah pun semakin berlimpah…bayangkan ketika nafas aja dinilai sebagai tasbih kepadaNya..
    Menurutku menghormati bulan itu penting, karena Allah aja memuliakannya. kita sebagai hamba?
    menurutku lagi, menghormati itu dari diri, bukan lihat cara orang lain. mungkin aja mereka juga bukan maksud menghormati, tapi hanya mengambil momen **mungkin**.

    Dan kalo tau gmana perjuangan mereka lebih dalam, mungkin kita ga akan terlalu memandang mereka salah (mutlak). Wallahua’lam.
    somebody said to me: “kau akan mengerti, jika kau telah menjadinya”.
    :)

    yah, kita mah, boleh sajah lah berpendapat :) :) :)
    maapkan kalau ga berkenan,
    keep on writing ya!

  5. agung w. setiawan Says:

    Berkenan kok :)

    Aku selalu menghormati pendapat orang lain. Namanya juga hidup di dunia, pasti selalu ada perbedaan pendapat (pro dan kontra). Benar atau salah di dunia ini adalah relatif (tergantung pendapat seseorang), benar atau salah hakiki (mutlak) hanya ada di akhirat nanti waktu hari perhitungan. Begitupulah tentang amal seseorang, yang berhak menilai amal ibadah seseorang hanya Allah semata. Wallahu a’lam

    Aku tidak ingin menjadi (seperti) mereka, dia, atau siapapun…
    Aku cuma ingin menjadi diriku sendiri…. ;)

  6. mia Says:

    terimakasih.
    sip, setuju mas.

    umm, sepertinya isi quotenya bukan menyarankan kita untuk menjadi orang lain, atau jadi seperti orang lain :D kita memang ga perlu jadi orang lain kok.

    quote itu hanya ingin menunjukkan, bahwa sulit untuk bisa betul betul mengerti sesuatu kalau kita tidak ada didalamnya.
    klo di tulisannya arswendo, kita bisa mengerti bahwa seseorang sedih klo ditinggalkan orang yang terdekat, tapi hanya sampai mengerti; ga ikut benar2 merasakan (kecuali kita mengalami sendiri).
    kita mengerti, bahwa orang miskin itu susah; tapi kita ga akan bener2 merasakan kesulitan mereka mencari sekedar 1000 rupiah saja.
    seperti halnya kita ga merasakan hal yang sama seperti apa yang bergejolak di hati rasulullah saat ramadhan datang.
    seperti halnya kita ga merasakan apa yang bergemuruh di hati para aktivis yang disebut diatas.
    kembali lagi, memang, hanya Allah yang bisa melihat dan menilai :)

    duh maaf jadi nyampah disini :D
    tulisannya debatable sih, heheheheheheheee :D peace ya :D
    wassalamualaikum,

  7. agung w. setiawan Says:

    hehehe kalo yang mbak mia maksud seperti itu aku SETUJU :D
    hahahaha ga nyampah kok… malah seneng bisa berdiskusi :)
    Santai aja…. ;)

  8. Musafir Says:

    Ikut donk,,,
    Bukan hanya bulan romadhon yang mesti di hormati, semua bulan harus di hormati, dan di mulyakan, dalam bentuk berpuasa 3 hari di awal dan 3 hari di tngah bulan dan 3 hari di akhir bulan untuk bulan2 yg lain..
    nah untuk bulan Romadhon menjadi subuah kewajibn untuk berpuasa bagi orang yang beriman dan yang lebih sangat dan patut di hormati adalah mereka yang berpuasa, karena bulan romadhon bulan yang dimulyakan, tidak ada tawar menawar, bagi manusia yang beriman untuk melakukan puasa di bulan romadhon,
    dan sweaping serta bentuk2 lainnya adalah bentuk dan upaya dakwah secara terang2an kerana kekuasaanya, karena kemampuannya,,,,,
    kalo dan bagi yang tidak mampu cukuplah beristigfar, semoga allah memaafkan kita yang diam.
    mereka yang tidak berpuasa, adalah orang yang tidak beriman, maka dia kafir. carilah hukum menghadapi orang yang kafir…..
    Wasalam”

  9. Ramadhan Says:

    mari kita sambut bulan ramadhan ini :)

Leave a Reply