Archive for May, 2009

Panjang Umur

Friday, May 29th, 2009

Waktu berulang tahun, saya mendapatkan ucapan selamat dengan (salah satu) ucapan doa “Semoga panjang umur” dari seorang kawan. Saya langsung meminta agar tidak didoakan itu, karena saya tidak ingin berumur terlalu panjang melebihi umur Rasulullah, umur yang cukup saja, tidak terlalu panjang dan pendek. Kualitas umur jauh lebih penting daripada kuantitas, syukur2 bisa mendapatkan keduanya tapi itu susah :D Kualitas disini adalah umur yang kita miliki bisa membawa berkah.

Berdasarkan pengamatan saya, umur manusia itu memiliki bentuk kurva parabola terbalik, sumbu X adalah umur dan sumbu Y adalah fisik. Puncaknya adalah pada saat X = 30 sampai 40 tahun, setelah itu kondisi fisik akan turun. Dan lama-lama akan semakin lemah, kita akan merasa seperti anak kecil yang akan memerlukan perhatian/bantuan dari orang lain. Apalagi kalo sudah sakit-sakitan. Saya tidak ingin (terlalu) membebani orang lain dengan umur panjang.

Akhirnya kawan saya tsb mengganti doanya menjadi “Semoga sehat dan sukses selalu”. Saya senang dengan doa yang baru tsb. Terima kasih semuanya :)

Ketidakabadian

Friday, May 29th, 2009

Pada hari Jum’at, 13 Februari 2009 saya melakukan transaksi di BNI ITB dan dikasih sekuntum bunga mawar putih sebagai tanda cinta dari BNI ke nasabah karena besoknya adalah hari valentine dengan kartu ucapan “From BNI with Love” :D

Okelah, lupakan masalah valentine-valentinenya, saya bersikap masa bodoh dengan hari valentine, mau ada apa ga ya terserah saja :D Disini saya ingin menulis mengenai bunga mawarnya. Memang bunga mawarnya (terlihat) cantik saat mekar (sempurna). Tapi seberapa lama kecantikan bunga tersebut dapat bertahan? Pasti bunga mawar tsb akan layu dan tidak cantik lagi dan akhirnya kering (mati). Dan memang betul, tidak sampai seminggu kemudian bunga mawar tersebut sudah kering. Begitupula manusia, manusia yang cantik/tampan cepat atau lambat pasti akan kehilangan kecantikan/ketampanannya. Jadi tidak usah sombong bagi yang cantik/tampan, baik yang merasa cantik/tampan maupun yang benar-benar cantik/tampan.

Di dunia ini tidak ada yang abadi (kecuali amal perbuatan, baik maupun buruk), pada akhirnya semua pasti akan musnah.